Tata Metode Aqiqah Bagi Syariat Islam

Tata Metode Aqiqah Bagi Syariat Islam

Tata metode penerapan aqiqah yang cocok dengan syariat Islam serta sunnah ialah sebagaimana yang di contohkan oleh baginda Nabi Muhammad SAW. Kita dapat mengenali lewat hadist- hadist yang diriwayatkan oleh para perawi hadist shahih.

Sebagian orang terdapat yang bertanya, bagiamana aqiqah bagi muhammadiyah ataupun NU. Bila tadinya kami telah mangulas menimpa Hukum Aqiqah serta Dalilnya, hingga pada peluang kali ini Pelangi Aqiqah hendak membagikan penjelasan seputar tata metode aqiqah yang benar cocok sunnah.

Penafsiran Aqiqah Secara Singkat metode aqiqah

Perihal yang sangat utama saat sebelum kita merambah inti ulasan, kita wajib mengenali terlebih dulu menimpa apa itu aqiqah? Hingga dari itu, kami hendak jelaskan pula secara pendek menimpa definisi aqiqah.

Secara bahasa aqiqah maksudnya“ memotong”, yang diartikan memotong merupakan memotong hewan aqiqah. Hewan aqiqah yang biasa digunakan merupakan kambing ataupun domba.

Sebaliknya bagi sebutan, aqiqah merupakan suatu ibadah yang ditujukkan kepada Allah selaku bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan. Aqiqah buat anak pria memakai 2 ekor kambing/ domba serta aqiqah buat anak wanita memakai satu ekor kambing/ domba.

Hukum Aqiqah

Bagi jumhur ulama hukum aqiqah merupakan sunnah muakkad( sangat disarankan). Buat waktu penerapan aqiqah yang sangat utama merupakan pada hari ke- 7 ataupun satu minggu sehabis kelahiran balita.

عَنْسَمُرَةَبْنِجُنْدُبٍأَنَّرَسُولَاللَّهِ-صلىاللهعليهوسلم-قَالَ«كُلُّغُلاَمٍرَهِينَةٌبِعَقِيقَتِهِتُذْبَحُعَنْهُيَوْمَسَابِعِهِوَيُحْلَقُوَيُسَمَّى»

Dari Samuroh bin Jundub, Rasulullah shallallahu‘ alaihi wa sallam bersabda, _“ Tiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelihkan untuknya pada hari ketujuh, digundul rambutnya serta diberi nama Jasa aqiqah Jakarta dan Bekasi .”

( HR. Abu Daud nomor. 2838, An Nasai nomor. 4220, Ibnu Majah nomor. 3165, Ahmad 5/ 12. Syaikh Angkatan laut(AL) Albani berkata kalau hadits ini shahih).

Kenapa aqiqah disarankan pada hari ketujuh? Komentar dari murid Asy Syaukani, Shidiq Hasan Khon rahimahullah berkata kalau pasti pada dini kelahiran keluarga disibukkan buat menjaga sang bunda serta balita. Sehingga kala itu, janganlah mereka dibebani lagi dengan kesibukkan yang lain. Serta pasti kala itu mencari kambing pula perlu usaha.

Hal- Hal Yang Disyariatkan Kala Aqiqah

Sehabis dijabarkan menimpa definisi aqiqah serta hukum aqiqah, mudah- mudahan dapat menaikkan rasa kepercayaan kita kala hendak mengaqiqahkan si buah hati. Hingga, pada bagian ini kita hendak masuk ke dalam inti tema postingan, ialah menimpa apa saja hal- hal yang disyariatkan kala aqiqah, berikut uraiannya:

Waktu Penerapan Aqiqah

Pada penjelasan tadinya telah sedikit di bahas menimpa waktu utama penerapan aqiqah, ialah pada hari ketujuh ataupun seminggu sehabis kelahiran balita.

Tetapi yang jadi persoalan, gimana bila dalam seminggu sehabis kelahiran balita kita belum dapat melakukan aqiqah anak? Dilansir dari rumahsyo. com, dalam perihal ini terdapat perbandingan komentar dari para ulama.

Bagi ulama Hanafiyah serta Malikiyah, waktu aqiqah merupakan pada hari ketujuh serta tidak boleh tadinya. Ulama Malikiyah pula menghalangi kalau aqiqah gugur sehabis hari ketujuh. Sebaliknya ulama Syafi’ iyah membolehkan aqiqah saat sebelum umur baligh, serta ini jadi kewajiban si bapak.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *